Lompat ke konten

Cara Mengetest Mental Health Yang Benar Menurut Para Ahli

hipnoterapi terdekat

Dahulu, membicarakan seputar mental health masih dianggap tabu oleh masyarakat, karena seringkali dikaitkan dengan gangguan kejiwaan. Padahal tidak selalu demikian, untungnya sebagian besar masyarakat kini telah memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga mental health. Sejalan dengan hal tersebut, cara mengetest mental health yang benar pun sudah banyak beredar.

Dengan memiliki mental health yang baik, tentu dapat mendukung kebahagiaan dalam hidup seseorang. Perlu diketahui bahwa gangguan mental health bahayanya sama dengan kesehatan fisik, karena dapat menyengsarakan pengidapnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan test mental health secara berkala.

Apa Itu Mental Health?

Mental health, mencakup kesejahteraan emosional, psikologis serta kehidupan sosial seseorang, untuk itu perlu mengetahui cara mengetest mental health yang benar. Mental health dipengaruhi oleh bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bertindak. Seorang individu yang memiliki mental health yang baik dapat menjalankan hidupnya secara normal, terlebih saat menyesuaikan diri dalam menghadapi masalah.

Mental health perlu diperhatikan dengan baik selayaknya dengan kesehatan fisik. Gangguan mental health bukanlah keluhan yang hanya didapatkan dari garis keturunan, melainkan juga dari tuntutan hidup yang menyebabkan stress berlebih. Ketika merasakan stress berlebih, maka akan berdampak pada memburuknya mental health seseorang.

Pentingkah Melakukan Test Mental Health?

Seperti yang telah diketahui bahwa mental health harus dijaga layaknya kesehatan fisik. Hal ini membuktikan bahwa dengan melakukan test mental health, dapat membuat seseorang memiliki mental health yang baik. Pasalnya, mental health yang baik dapat berpengaruh juga terhadap kestabilan kesehatan fisik, yang berarti melakukan test mental health sangat penting dilakukan.

Cara Melakukan Test Mental Health Yang Benar

Apabila seseorang mengalami perubahan berpikir atau perubahan suasana hati yang mengganggu produktivitasnya, bisa jadi orang tersebut mengalami gangguan mental health. Namun, sulit untuk mendiagnosis diri sendiri apakah memang benar sedang mengalami gangguan mental health atau tidak. Maka dari itu, ketahui cara mengetest mental health yang benar dibawah ini:

1. Test Mental Health Menggunakan Website Terstandar

Saat ini website yang menyediakan test mental health semakin hari kian menjamur. Biasanya, cara mengetest mental health dalam website dibuat dalam bentuk seperti kuis dan responden disuruh menjawab dengan jujur. Hanya saja, tidak semua website mampu memberikan hasil test mental health yang akurat.

Oleh sebab itu, perlu untuk mencari website test mental health yang memang sudah berstandar dan dibuat oleh psikolog. Salah satu website terstandar yang telah banyak digunakan adalah website mental health dari Satu Persen. Dalam website tersebut, responden akan diberikan pertanyaan dan untuk menjawabnya tidak diberi batas waktu.

Ketika sedang menjawab pertanyaan, jangan keluar dari website terlebih dahulu, karena jika keluar ditengah test, maka jawaban sebelumnya akan hilang. Hasil test mental health dapat diperoleh setelah semua pertanyaan yang diajukan terjawab dengan lengkap. Untuk informasi mengenai biaya test, dapat langsung mengunjungi website tes sehat mental Satu Persen.

2. Tes Mental Health Menggunakan Aplikasi Yang Telah Terstandar

Cara mengetest mental health selanjutnya adalah dengan menggunakan aplikasi yang terstandar. Dari sekian banyak aplikasi untuk test mental health, responden harus pandai dalam memilih dan memilah jenis aplikasi yang terstandar. Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan test mental health yang telah terstandar dan diakui oleh para ahli yaitu Sehat Jiwa.

Aplikasi Sehat Jiwa merupakan aplikasi yang memberikan instrumen untuk mendeteksi kesehatan jiwa yang secara resmi telah diakui oleh lembaga kesehatan. Dalam aplikasi tersebut, terdapat beberapa test yang dapat mendeteksi dini gangguan mental health. Diantaranya, CAGE yang memberikan indikasi terkait kecanduan alkohol dan SRQ 20 untuk mendeteksi adanya gangguan mental health.

Adapun test terakhir yang ditawarkan yaitu GDS 15 atau Geriatric Depression Scale yang digunakan untuk mendeteksi gangguan depresi pada lansia. Perlu diingat, aplikasi Sehat Jiwa hanya memberikan deteksi dini terhadap gangguan mental health. Apabila terjadi gangguan mental health yang serius, dapat segera mengunjungi yang ahli dibidangnya.

3. Tes MMPI

MMPI juga menjadi salah satu cara mengetest mental health yang hasil tesnya dimanfaatkan untuk menilai kepribadian dan psikopatologi seseorang. Pemeriksaan MMPI dilakukan untuk mengetahui kondisi mental health, sehingga psikolog dapat menentukan ada atau tidaknya gangguan mental health. Tes MMPI juga banyak digunakan pada untuk kepentingan lain selain psikologi klinis.

Misalnya pada kasus hukum, tes MMPI untuk kasus kriminal dapat digunakan untuk menilai pembelaan dari tersangka dengan menilai karakternya. Terdapat beberapa jenis tes MMP, yaitu tes MMPI-2 yang menjadi jenis yang paling banyak dipakai oleh psikolog. Kemudian, tes MMPI-2 RF yang mana merupakan tes versi terbaru dari jenis yang sebelumnya.

Terakhir, terdapat jenis MMPI-A yang digunakan khusus pada remaja. Dalam tes MMPI ini, responden akan diberikan pertanyaan yang diberikan sangat beragam, tergantung pada jenis tes MMPI yang diambil responden.

4. Pemeriksaan Medis Kejiwaan

Pemeriksaan medis kejiwaan, dinilai paling bagus karena mampu memberikan hasil yang akurat. Pasalnya pemeriksaan ini dilakukan langsung oleh psikolog yang melibatkan dokter hingga tenaga kesehatan lainnya. Dengan melakukan pemeriksaan medis kejiwaan secara rutin sesuai anjuran psikolog, maka dapat memberikan hasil kondisi mental health yang rinci.

Pemeriksaan ini memiliki tujuan yang sama dengan cara mengetest mental health sebelumnya, yaitu mendeteksi ada atau tidaknya gangguan mental health. Dalam pemeriksaan medis kejiwaan yang akan dilakukan pertama kali adalah wawancara dan observasi terhadap responden. Kegiatan ini dapat dilakukan secara langsung terhadap responden maupun melibatkan orang – orang terdekat dengan responden.

Terkadang, jika memang diperlukan, maka responden akan diminta untuk melakukan pemeriksaan penunjang untuk memudahkan psikolog dalam memberikan diagnosis. Pemeriksaan penunjang tersebut dapat berupa CT Scan hingga MRI otak. Selain itu, responden juga bisa saja akan diminta untuk menjalani pemeriksaan psikotes untuk menilai kondisi mental health lebih dalam.

Tips Menjaga Mental Health

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga mental health:

  • Berpikir Positif. Seperti yang telah dijelaskan, bahwa mental health berkaitan erat dengan cara berpikir seseorang. Ketika orang tersebut mampu berpikir positif, maka otomatis akan berdampak terhadap mental health yang baik. Salah satu caranya, dengan menyeimbangkan antara pikiran positif dan negatif.
  • Kelola Stress Dengan Baik. Untuk menjaga mental health, seseorang harus dapat mengelola stress dengan baik. Salah satu cara yang ampuh untuk mengelola stress adalah dengan melakukan meditasi. Dimana meditasi ini sering digunakan untuk memusatkan pikiran terhadap hal – hal yang baik.
  • Belajar Menerima Diri Sendiri. Dengan menerima diri sendiri, akan membuat kondisi mental health menjadi lebih baik. Sebab, seseorang akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri yang memiliki keunikan yang berbeda dari orang lain.

Demikianlah ulasan mengenai mental health dan cara mengetest mental health yang benar agar terhindar dari gangguan mental health yang buruk. Cara yang paling dianjurkan ketika mengalami gejala yang menunjukkan gangguan mental health adalah dengan pemeriksaan medis kejiwaan. Pasalnya, cara tersebut memang terbukti mampu memberikan hasil paling akurat dibandingkan cara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Fresh Hipnoterapi Jogja

Jl. Anggajaya No. 11, Condongcatur. Yogyakarta.

Silahkan klik kontak dibawah dan langsung terhubung dengan Hipnoterapis kami.

× Daftar Hipnoterapi