Lompat ke konten

Fungsi dan Tujuan Tes Psikologis Kejiwaan untuk Mental

perubahan psikologis pada remaja

Kesehatan mental sekarang sudah mulai dapat penanganan yang tepat seperti kesehatan fisik. Oleh karena itu tidak heran jika sekarang ingin memasuki suatu sekolah, ataupun melamar pekerjaan dibutuhkan adanya tes psikologis kejiwaan. 

Tujuan Tes Psikologis Kejiwaan

Tes psikologis kejiwaan sendiri memang sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan mental seseorang. Dari situ dapat terlihat apakah orang tersebut memerlukan bantuan lebih atau tidak, selain itu tes ini juga memiliki beberapa tujuan diantaranya.

1. Melanjutkan Pendidikan

Pertama untuk melanjutkan pendidikan, yang nantinya dari hasil tes ini dapat dilihat apakah orang tersebut mampu untuk mengikuti pendidikan atau tidak. Hal ini bukan berarti tidak memberi kesempatan kepada yang memiliki masalah mental untuk melanjutkan pendidikan.

Justru hal ini dilakukan untuk membantu orang tersebut supaya dapat bertahan di dunia pendidikan nantinya. Apalagi jika orang tersebut membutuhkan penanganan yang lebih serius, maka lebih baik ditangani terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendidikannya. 

2. Melamar Pekerjaan

Kemudian selanjutnya digunakan untuk melamar pekerjaan, untuk membuktikan apakah sesuai dengan pekerjaan tersebut. karena tentu antara satu pekerjaan dengan yang lainnya memiliki pola yang berbeda-beda dan tidak semua orang dapat kuat bertahan.

Oleh sebab itu dilakukan tes psikologis ini untuk mengetahui apakah orang tersebut kuat bertahan di tempat kerjanya. Hal ini penting untuk dilakukan, karena demi kepentingan calon pekerja dan juga kesehatan mental yang dimilikinya.

3. Mengetahui Kesehatan Mental 

Selanjutnya tes psikologis kejiwaan ini juga dapat dilakukan untuk mengetahui kesehatan mental dari seseorang. Apakah mentalnya tersebut masih sehat atau mungkin ada gangguan yang mengharuskannya untuk mendapatkan perawatan.

Karena masalah kesehatan mental ini tidak boleh dianggap remeh, sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Oleh sebab itu ada baiknya untuk melakukan tes psikologis secara rutin, sehingga seseorang tersebut dapat langsung mengetahui apabila ada sesuatu yang bermasalah.  

4. Diagnosis untuk Kepentingan Bimbingan

Beberapa bimbingan di sekolah ataupun ditempat lainnya yang berkaitan dengan mental pasti membutuhkan hasil tes terlebih dahulu. Selain diagnosis yang dilakukan di awal, tes ini penting untuk mengetahui untuk mendukung diagnosis tersebut.

Karena itu tes ini dilakukan untuk memperkuat dan menjadi hal yang wajib sebelum diberikan bimbingan. Hal ini dikarenakan berbeda penyakitnya, maka berbeda juga penanganan yang harus diberikan pada saat bimbingan dilakukan.

5. Keperluan Terapi

Hal ini sebenarnya masih berkaitan dengan poin ketiga yakni untuk mengetahui kesehatan mental seseorang. Di sini apabila seseorang tersebut sudah mengetahui tentang kesehatan mentalnya, maka dapat ditentukan penanganannya.

Tentu saja penanganannya ini biasanya dalam bentuk terapi, dsb. Karena itu tes sebelumnya dilakukan untuk kebutuhan terapi. Tujuannya agar terapi yang diberikan dapat sesuai dengan mental health issues yang dimilikinya, supaya tidak salah juga dalam memberikan penanganan.

6. Pemilihan Jabatan

Pada beberapa perusahaan hal ini sudah mulai diterapkan ketika pemilihan jabatan ingin dilakukan, terutama untuk jabatan yang tinggi. Di sini para pekerja yang ingin dipilih akan dites terlebih dahulu tentang psikologis kejiwaannya.

Hal ini penting untuk mengetahui untuk menghindari hadirnya sifat yang melenceng saat nantinya seseorang tersebut sudah menjabat. Selain itu tes ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang tersebut mampu atau tidak menjalankan kepemimpinannya.

7. Mengevaluasi Sebuah Treatment 

Terakhir adalah sebagai bentuk evaluasi dari treatment yang sudah dilakukan baik itu terapi maupun konseling. Nantinya tes ini dilakukan lagi secara berkala setelah tes sebelum treatment ini dilakukan.

Tujuannya untuk mengetahui bagaimana progress dari terapi tersebut, apakah ada perkembangan atau tidak. Karena kalau tidak ada, maka dapat dilakukan evaluasi apakah ada yang salah dari kegiatan terapinya dan apa yang harus diperbaiki.

Fungsi Tes Psikologis Kejiwaaan

Setelah mengetahui tujuan dari tes ini, maka sekarang saatnya untuk mengetahui fungsinya. Tentu saja fungsi dari tes ini tidak main-main, karena itu tidak boleh dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan, dan beberapa fungsi tersebut diantaranya.

1. Prediksi

Pertama adalah tes psikologis ini berfungsi untuk memprediksi berkaitan dengan potensi yang dimilikinya. Nantinya dari potensi atau hambatan yang terdeteksi akan dilihat apakah mampu mencapai hasil tertentu dengan kemampuannya di masa mendatang. 

Salah satu contohnya, pada saat siswa ingin melanjutkan pendidikan di sebuah jurusan tertentu. Di situ dilihat potensi yang dimiliki oleh siswa tersebut, apakah dapat melanjutkan pendidikan dan bagaimana potensinya nanti di jurusan tersebut. 

2. Diagnosis

Tes ini dilakukan salah satunya juga sebagai alat untuk dapat memberikan diagnosis ataupun memperkuat diagnosis yang sebelumnya sudah dilakukan. Nantinya di sini akan diberikan gambaran tentang penyakit yang diderita.

Hal ini dapat diterapkan pada seorang siswa yang misalnya memiliki kesulitan dalam pelajarannya. Dilakukan tes untuk mengetahui hal apa yang menjadi penyebab kesulitan tersebut.

3. Monitoring

Kemudian ada monitoring yang dapat dilakukan baik itu untuk pekerja, siswa, maupun hanya sebagai individual. Di sini akan dilihat apakah seseorang tersebut mengalami perkembangan atau sebaliknya mengalami penurunan.

Penting untuk diperhatikan, dan kalau ada yang salah maka dapat dilakukan tes untuk mencari tahu penyebab masalahnya. 

4. Evaluasi 

Selanjutnya adalah evaluasi yang merupakan fungsi lanjutan dari fungsi yang sebelumnya. Misalnya pada tes terdahulunya seseorang dinyatakan memiliki masalah, maka akan dilakukan pengawasan untuk menangani masalahnya.

Setelah selesai dilakukan monitoring, tentunya diperlukan evaluasi untuk mengetahui apakah treatment tersebut berhasil dilakukan atau tidak. Nantinya kalau berhasil maka treatment tersebut dapat dilanjutkan, namun apabila terjadi sebaliknya maka dapat dihentikan.  

5. Seleksi 

Hal ini berkaitan dengan tujuan yang sebelumnya dilakukan baik itu untuk pendidikan maupun pekerjaan. Penting untuk melakukan tes psikologis kejiwaan untuk mengetahui siapa saja orang yang dapat memenuhi syarat dan kualifikasi untuk masuk ke tempat tersebut. 

Nantinya dari hasil tes ini dapat dilihat siapa saja yang paling memenuhi standar, dan dapat masuk ke dalam tempat tersebut.

6. Klasifikasi 

Tes ini juga dapat dilakukan untuk mengelompokan individu berdasarkan masalah dan juga potensi yang dimilikinya. Pengelompokkan ini dilakukan supaya dapat mengetahui jenis bimbingan dan juga cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang dimilikinya.

Dengan pengelompokkan ini orang-orang yang bermasalah dapat melakukan sharing antar sesama untuk mengurangi masalahnya.

7. Deskripsi

Terakhir adalah deskripsi yang merupakan hasil tes psikologis untuk menjelaskan tentang orang tersebut. Tes ini biasanya dilakukan tanpa klarifikasi tertentu, dan nantinya diberikan kepada orang yang sudah melakukan tesnya.

Memilih Tes Psikologis Kejiwaan Terbaik

Karena tes psikologis ini sangat penting tujuan, dan fungsinya maka tentu harus memilih yang terbaik supaya tidak salah dalam memilih. Sebab kalau salam dalam memilih, maka kemungkinan besar akan membuat tes ini menjadi salah dan kedua tujuan serta fungsi di atas menjadi tidak maksimal.

Supaya tidak salah dalam memilih tempat tes psikologis kejiwaan terbaik, maka anda dapat menghubungi kami fresh hypnotherapy. Karena hanya di kami yang menawarkan tes kejiwaan terbaik di bawah pengawasan ahli dan sesuai standar internasional. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Fresh Hipnoterapi Jogja

Jl. Anggajaya No. 11, Condongcatur. Yogyakarta.

Silahkan klik kontak dibawah dan langsung terhubung dengan Hipnoterapis kami.

× Daftar Hipnoterapi